Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lebih dari 50% Rumah Tidak Layak Huni di Pasuruan Sudah Diperbaiki

Pada tahun 2025, pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyelesaikan lebih dari separuh rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada di daerah tersebut. Perbaikan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari total RTLH yang ada, sebanyak 51 rumah telah selesai diperbaiki dan tersebar di lima kecamatan berbeda, yaitu Kecamatan Bangil, Beji, Rembang, Sukorejo, dan Gempol.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, menjelaskan bahwa tahun ini mereka fokus memperbaiki rumah-rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. "Kebetulan sekarang ke Puspo, di sini ada sepuluh rumah yang diperbaiki dan hampir selesai semua," katanya saat meninjau hasil pekerjaan di Dusun Tegalanyar, Desa Puspo, Selasa (23/9/2025).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Rumah yang diperbaiki biasanya mendapatkan perbaikan dasar seperti penguatan struktur, penggantian atap, dan perbaikan fasilitas lain agar layak dihuni.

Menurut Eko, upaya ini sangat penting karena rumah yang layak akan membuat warga lebih nyaman dan aman. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya memperbaiki rumah warga yang membutuhkan agar semua orang di Kabupaten Pasuruan dapat tinggal di tempat yang sehat dan aman.

Dengan adanya program ini, diharapkan kondisi perumahan di Kabupaten Pasuruan akan semakin baik dan mampu mendukung kehidupan warga yang lebih baik lagi.

library_books Suarapasuruan