Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Gulf Negara Denies Rencana Pembentukan Pasukan Pertahanan Arab ala NATO

Seorang pejabat dari Gulf membantah laporan eksklusif dari Middle East Eye (MEE) yang mengatakan bahwa rencana Mesir untuk membentuk pasukan pertahanan Arab seperti NATO ditolak dalam sidang puncak di Doha minggu ini. Pejabat tersebut menghubungi MEE hari Minggu dan menyatakan bahwa klaim tersebut adalah 'palsu' dan sedang 'beredar untuk menciptakan citra negatif' terhadap Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang mewakili enam negara di kawasan ini.

Komentar pejabat ini muncul kurang dari sehari setelah seorang diplomat senior dari Mesir mengatakan kepada MEE bahwa di sidang puncak hari Senin, Mesir mengusulkan pembentukan pasukan pertahanan regional yang bertujuan melindungi negara anggota dari ancaman dari luar, terutama Israel. Menurut diplomat tersebut, usulan ini ditolak karena berbagai alasan, termasuk ketidaksepakatan tentang siapa yang akan memimpin pasukan tersebut.

Mesir mengusulkan bahwa mereka harus memimpin mekanisme tersebut, sementara Arab Saudi berpendapat bahwa mereka harus mengambil alih komando. Setelah sidang, Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan, yang diketahui memiliki senjata nuklir.

Di sisi lain, dalam pertemuan hari Senin, GCC tidak berjanji akan mengambil tindakan konkret terhadap Israel. Sebagai gantinya, mereka memutuskan untuk mengadakan pertemuan Dewan Pertahanan Bersama dan Komite Militer Tinggi. Menurut diplomat Mesir, Cairo berharap para peserta sidang akan mengambil langkah nyata terhadap Israel, atau setidaknya mendesak dihentikannya genosida di Gaza dan menolak pemindahan paksa warga Palestina ke Sinai Utara.

library_books Middleeasteye