Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan seluruh pihak terkait untuk lebih waspada terhadap ketersediaan dan harga pangan pokok, terutama beras, menjelang akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. Peringatan ini disampaikan karena memasuki periode tersebut, produksi padi biasanya mengalami penurunan dan konsumsi meningkat. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa selama bulan November hingga Januari, kondisi ini bisa menyebabkan kenaikan harga dan kekurangan stok beras di pasaran.
Menurut Arief, faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini adalah siklus alami panen padi yang biasanya berkurang pada akhir tahun. Selain itu, konsumsi masyarakat juga cenderung meningkat saat menyambut libur akhir tahun dan perayaan Natal serta Tahun Baru.
Badan Pangan Nasional berpesan agar para pemangku kepentingan, seperti petani, distributor, dan pemerintah daerah, lebih berhati-hati dalam mengelola stok beras dan memastikan pasokan tetap stabil. Hal ini penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok tersebut dan agar harga tetap terjangkau.
Kepala Bapanas menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi pasar dan mengambil langkah-langkah strategis jika diperlukan, seperti melakukan operasi pasar atau mengatur distribusi agar pasokan tetap lancar.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan tetap bijak dalam membeli bahan pokok, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah agar tetap mendapatkan harga yang wajar.
Kesiapsiagaan ini sangat penting agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali dan kekurangan stok beras yang bisa menyebabkan keresahan di masyarakat selama periode liburan akhir tahun.
Bapanas pangan beras akhir tahun stok pangan harga pangan