Volvo Cars, perusahaan mobil dari Swedia, tidak sebesar produsen mobil lain yang terkenal. Tahun lalu, mereka memproduksi kurang dari 800.000 kendaraan. Namun, meskipun kecil, Volvo punya misi besar untuk menjaga lingkungan dan menjadi perusahaan yang ramah lingkungan.
Salah satu langkah besar yang diambil Volvo adalah mengubah pabrik-pabriknya agar tidak menghasilkan karbon dioksida, gas yang menyebabkan pemanasan global. Mereka juga berusaha mengurangi penggunaan air sebanyak setengahnya. Selain itu, mereka ingin agar 35% bahan yang digunakan untuk membuat mobil adalah bahan yang bisa didaur ulang. Target ini sangat tinggi dan menjadi standar baru di industri otomotif.
Rencana jangka panjang Volvo adalah menjadi perusahaan yang seluruh proses produksinya menggunakan bahan daur ulang dan ramah lingkungan pada tahun 2040. Mereka ingin menjadi perusahaan yang sepenuhnya berkelanjutan dan tidak meninggalkan jejak polusi di lingkungan.
Vanessa Butani, Kepala Keberlanjutan Volvo, mengatakan bahwa meskipun perusahaan ini kecil, mereka ingin memberi contoh bahwa perusahaan besar tidak selalu harus besar secara fisik untuk berbuat baik. "Kami ingin menjadi contoh dan memimpin perubahan menuju masa depan yang lebih hijau," ujarnya.
Ini adalah langkah penting dalam dunia otomotif. Semoga perusahaan lain mengikuti jejak Volvo demi lingkungan yang lebih baik di masa depan.
Volvo keberlanjutan daur ulang mobil listrik karbon netral industri otomotif