Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoroti pentingnya penggunaan anggaran secara nyata dan detail agar program-program yang dilaksanakan benar-benar menyentuh langsung masyarakat, khususnya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf).
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Samuel Wattimena, menyatakan bahwa anggaran sebesar satu triliun rupiah yang dialokasikan untuk program ini harus benar-benar digunakan secara efektif. Menurutnya, jumlah dana tersebut bisa besar, namun jika tidak disertai program yang tepat, uang itu bisa sia-sia.
"Jadi kan persoalannya 1T (satu triliun rupiah) ini bisa besar, 1T ini juga bisa bukan apa-apa ya. Karena jumlah UMKM maupun EKRAF besar sekali dan ini yang terbesar ada di grassroot," ungkap Samuel. Ia menegaskan bahwa pembinaan terhadap pelaku usaha di tingkat akar rumput harus dilakukan secara menyeluruh, tidak cukup hanya memberikan modal kerja saja.
Samuel menambahkan, penguatan UMKM tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian UMKM atau Komisi VII DPR saja. Ada tantangan besar seperti pembinaan sumber daya manusia (SDM), mulai dari aspek akhlak, manajemen, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Selain itu, ia menekankan perlunya program pelatihan, digitalisasi usaha, manajemen, dan pemasaran yang tepat. Dukungan akses permodalan juga sangat penting, termasuk pendampingan proposal usaha secara profesional agar UMKM dan ekraf bisa berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan para pelaku usaha di tingkat bawah mampu bersaing dan mendapatkan manfaat dari program pemerintah secara nyata. Program ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat grassroot. Pemerintah dan DPR RI diminta untuk lebih fokus pada program yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat banyak, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
DPR RI UMKM ekonomi kreatif anggaran pelatihan digitalisasi pemasaran permodalan