Pada tanggal 20 September 2025, Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menegaskan bahwa program revitalisasi sebanyak 11.179 sekolah di Indonesia harus menyasar daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program ini tidak hanya bertujuan membangun fisik bangunan sekolah, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kualitas dari hasil pembangunan tersebut.
MY Esti Wijayati menyatakan, "Daerah 3T harus mendapatkan perhatian baik dari sisi infrastruktur maupun kesejahteraan gurunya." Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah di daerah tersebut harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh peserta didik dan tenaga pendidik.
Lebih jauh, dia menambahkan bahwa revitalisasi sekolah tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik saja. Program ini harus menjamin kualitas hasil pembangunan, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkelanjutan. Selain itu, transparansi dalam penggunaan anggaran juga sangat penting agar dana yang digunakan benar-benar memberikan dampak positif.
MY Esti Wijayati juga menyoroti skema swakelola berbasis partisipasi masyarakat. Menurutnya, skema ini sejalan dengan prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Tetapi, ia mengingatkan bahwa DPR akan mengawasi secara ketat agar setiap tahap pembangunan mengikuti standar mutu yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar pembangunan tidak sekadar selesai cepat, tetapi juga berkualitas.
Dengan langkah ini, diharapkan pendidikan di daerah 3T dapat mengalami peningkatan yang signifikan. Pemerintah dan DPR RI berkomitmen memastikan bahwa revitalisasi sekolah benar-benar memberi manfaat besar, tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga dari segi kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pengajar.
revitalisasi sekolah daerah 3T pendidikan pembangunan berkelanjutan DPR RI MY Esti Wijayati kualitas pendidikan infrastruktur sekolah