Apple Inc. masih dikenal sebagai perusahaan teknologi raksasa yang sedang berjuang untuk memperbaiki citranya dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Saat ini, saham Apple mengalami penurunan sebesar 3% sepanjang tahun ini, berbeda jauh dari banyak perusahaan teknologi lain yang justru mengalami kenaikan. Meski demikian, seorang analis ternama dari Bernstein, Mark Newman, mengatakan bahwa ada peluang besar bagi investor yang sabar.
Newman memulai analisisnya dengan memberi peringkat "outperform" atau potensi keuntungan lebih baik bagi saham Apple dan menargetkan harga saham mencapai 290 dolar AS. Ia menegaskan bahwa peluang ini muncul karena Apple sendiri yang akan mendapatkan manfaat besar dari revolusi AI, bukan sebaliknya.
Menurut Newman, ada potensi besar dalam pengembangan perangkat keras teknologi informasi (IT hardware). Apple diproyeksikan menjadi penerima manfaat terbesar dari revolusi AI yang sedang berlangsung, terutama dengan pengembangan teknologi AI yang dapat dijalankan langsung di perangkat (on-device AI).
Teknologi ini memungkinkan proses tugas AI dilakukan secara langsung di iPhone atau Mac tanpa harus mengirim data ke server cloud jarak jauh. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah peningkatan keamanan dan privasi pengguna, karena data tidak perlu meninggalkan perangkat. Selain itu, kecepatan pengolahan data juga menjadi lebih cepat, karena tidak bergantung pada koneksi internet atau server eksternal.
Model AI yang digunakan saat ini sedang berkembang pesat dan diperkirakan akan mencapai titik di mana mereka dapat diperkecil sehingga muat di perangkat dan mampu menjalankan tugas yang kompleks. Jika ini terjadi, pengguna bisa menggunakan Siri untuk berbagai keperluan, seperti memanggil layanan taksi secara langsung melalui perangkat mereka.
Dengan perkembangan ini, Newman yakin bahwa Apple memiliki peluang besar untuk bangkit dan bersaing di bidang AI dan perangkat keras di masa depan. Jadi, meskipun saat ini sahamnya belum menunjukkan performa terbaik, potensi jangka panjang sangat cerah bagi mereka yang bersabar mengikuti perkembangan teknologi ini.
Apple AI saham teknologi perangkat keras