Pada tahun 2025, seorang perwira dari TNI Angkatan Udara Indonesia, Letda Pnb Arnetto Anindyaguna Djodi Putro, berhasil menyelesaikan pendidikan penerbang di Columbus Air Force Base, Mississippi, Amerika Serikat. Keberhasilan ini merupakan bagian dari program Aviation Leadership Program (ALP), yang berlangsung sejak 9 Oktober 2023 hingga 5 September 2025.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara TNI Angkatan Udara dengan United States Air Force (USAF). Melalui program ini, Letda Pnb Arnetto mendapatkan pelatihan intensif dalam mengemudikan pesawat latih T-6A Texan II, termasuk 48 jam simulasi dan 175,7 jam terbang langsung di udara. Pesawat T-6A Texan II adalah pesawat latihan dasar standar milik Amerika Serikat.
Selain Arnetto, peserta lain dari program ini adalah 34 siswa dari Amerika Serikat serta satu perwira dari Malaysia. Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan penerbang Indonesia, tetapi juga mempererat hubungan internasional di bidang pertahanan.
Keikutsertaan perwira dari Indonesia ini sejalan dengan misi TNI AU untuk meningkatkan sumber daya manusia. Program ini merupakan bagian dari visi besar TNI AU, yaitu menjadi angkatan udara yang "AMPUH". Kata AMPuh sendiri merupakan singkatan dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis.
Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyatakan bahwa upaya ini penting untuk memperkuat kemampuan dan hubungan internasional Indonesia. "Jauh di langit, dekat di hati" menjadi semangat dalam pengembangan sumber daya manusia dan kerjasama internasional TNI AU.
Dengan keberhasilan ini, diharapkan para perwira TNI AU dapat terus meningkatkan kompetensi mereka dan berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Program pendidikan seperti ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat pertahanan melalui kerjasama internasional yang saling menguntungkan.
TNI AU pendidikan penerbang Amerika Serikat kerja sama internasional program ALP