Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mendagri Tito Karnavian Larang Kegiatan Seremonial yang Boros

Pada Selasa (2/9), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan instruksi penting kepada seluruh kepala daerah dan pejabat di daerah untuk menunda semua kegiatan seremonial yang terkesan hanya membuang-buang uang. Tito mengatakan, "Menunda semua kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan, apalagi seperti pesta, musik, maksud saya kegiatan dinas ya, kegiatan seremonial dinas." Tujuan dari instruksi ini adalah agar kegiatan yang tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat bisa dihentikan sementara.

Menurut Tito, sangat tidak tepat jika pejabat daerah mengadakan acara yang hanya bersifat seremonial dan tidak memberi manfaat langsung kepada warga. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti itu sebaiknya dihindari, terlebih di saat masyarakat sedang menghadapi berbagai tantangan dan membutuhkan perhatian lebih.

Selain menyoroti soal kegiatan seremonial, Tito juga mengingatkan para pejabat agar tidak pamer kemewahan atau flexing. Ia menegaskan, pejabat dan keluarganya harus bersikap sederhana dan tidak menunjukkan kekayaan secara berlebihan di dunia maya maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Instruksi ini dikeluarkan agar penggunaan anggaran pemerintah bisa lebih efisien dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Tito berharap, langkah ini dapat membantu mengurangi pemborosan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.

Kebijakan ini mendapatkan sambutan positif dari banyak pihak yang mendukung agar pejabat lebih fokus pada pekerjaan dan tidak melakukan kegiatan yang hanya untuk pamer kekayaan. Dengan demikian, diharapkan pemerintah daerah bisa lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat, serta mengurangi kritik dari publik di media sosial.

library_books Antaranewscom