Pada minggu ini, pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan untuk membatalkan rencana sebelumnya yang mewajibkan maskapai penerbangan memberi kompensasi kepada penumpang yang mengalami delay panjang atau pembatalan penerbangan. Keputusan ini dianggap sebagai salah satu langkah untuk mengurangi perlindungan bagi penumpang.
Sebelumnya, di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden pada tahun 2023, ada aturan baru yang diusulkan. Aturan ini bertujuan agar maskapai harus membayar penumpang antara 200 hingga 775 dolar Amerika Serikat, serta memberi layanan seperti pemesanan ulang gratis, penginapan, dan makanan jika penerbangan mereka terganggu karena masalah yang bisa dikendalikan maskapai, seperti kerusakan teknis atau masalah bahan bakar.
Walaupun aturan ini belum resmi berlaku dan belum memiliki jadwal pasti, banyak orang menyambutnya sebagai kemenangan bagi penumpang pesawat. Mereka berharap adanya perlindungan lebih baik saat mengalami gangguan perjalanan.
Namun, kini, dengan dibatalkannya aturan tersebut, para pengawas konsumen khawatir bahwa perlindungan terhadap penumpang akan semakin berkurang. Meski begitu, saat ini penumpang dari maskapai besar di Amerika masih mendapatkan hak tertentu jika perjalanan mereka terganggu secara serius.
Para pengamat masih memantau kemungkinan perubahan lain dalam regulasi penerbangan di masa depan. Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan mengetahui hak mereka saat melakukan perjalanan udara.
kebijakan penerbangan penumpang pesawat kompensasi delay maskapai regulasi penerbangan