Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pengalaman Nyata Mengurangi Makanan Olahan untuk Kesehatan Lebih Baik

Dalam dunia yang semakin dipenuhi dengan makanan olahan, banyak ahli menyatakan bahwa makanan tersebut berbahaya bagi kesehatan. Dr. Dariush Mozaffarian dari Tufts Food Is Medicine Institute mengatakan bahwa bukti ilmiah tentang bahaya makanan olahan sangat kuat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan olahan berlebih bisa menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 60% kalori yang dikonsumsi anak-anak berasal dari makanan olahan atau UPFs (ultra-processed foods). Namun, masih banyak pertanyaan tentang makanan mana yang paling berbahaya, mengapa mereka menyebabkan masalah kesehatan, dan apa yang harus dilakukan pemerintah.

Di tengah perdebatan ini, seorang jurnalis sains bernama Michaeleen Doucleff memutuskan melakukan eksperimen berani bersama anaknya yang berusia 8 tahun, Rosy. Mereka berdua mencoba tidak mengonsumsi makanan olahan selama satu bulan. Tujuannya, apakah mereka bisa melakukannya dan apakah tubuh serta otak mereka merasakan perbedaan.

Untuk memudahkan, mereka membuat definisi sederhana tentang makanan olahan. Mereka sepakat bahwa jika sebuah makanan mengandung bahan yang tidak biasa atau sulit diucapkan seperti maltodextrin, soy lecithin, atau guar gum, maka makanan itu termasuk UPF dan tidak boleh dibeli.

Mereka pun harus menghindari berbagai makanan favorit seperti kerupuk Cheez-Its, Ritz Crackers, Pirate’s Booty, bagel, pita, cokelat susu, dan air soda berperasa. Meski harus berpisah dari makanan favorit, mereka merasa manfaatnya sangat besar.

Hasil dari eksperimen ini sangat mengejutkan. Menghentikan konsumsi makanan olahan membuat pola makan mereka berubah secara signifikan. Bahkan, Doucleff merasakan perubahan terbesar, dan suaminya yang awalnya skeptis pun ikut berhenti makan UPFs.

Cerita lengkap tentang pengalaman mereka dan apa saja yang mereka pelajari dapat dibaca lebih lengkap melalui link yang tersedia. Eksperimen ini menunjukkan bahwa mengurangi makanan olahan bisa membawa dampak positif besar bagi kesehatan dan pola makan sehari-hari.

library_books Wsj