Setelah menyelesaikan studi magister di bidang teknologi komputer tahun lalu, Mihir Goyenka menghabiskan hampir delapan bulan untuk mencari pekerjaan. Selama waktu itu, dia mengirimkan ribuan lamaran kerja ke berbagai perusahaan. "Saya sampai merasa bosan, setiap kali membaca nama perusahaan, saya langsung ingat bahwa saya sudah melamar di situ," katanya kepada Business Insider.
Meskipun dia mencoba mengikuti saran agar tidak hanya mengirim lamaran secara massal, yang biasa disebut "spray and pray," dan lebih fokus pada jaringan relasi, usaha itu belum banyak membantu. Goyenka mengaku, proses mencari pekerjaan tetap sangat sulit dan membutuhkan banyak usaha.
Mencari kemudahan dalam melamar kerja memang terlihat praktis karena hanya membutuhkan sedikit klik dan waktu yang lebih singkat. Tetapi, hal ini juga memiliki kekurangan. Dengan kemudahan tersebut, biasanya sulit untuk membuat lamaran kita menonjol dari pelamar lain.
Proses mencari kerja memang tidak mudah dan sering membutuhkan ketekunan serta strategi yang tepat. Semoga cerita Goyenka bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan setelah lulus.
kerja lamaran teknologi komputer mencari pekerjaan karir