Perusahaan finansial teknologi, Klarna, mengumumkan bahwa mulai 29 September mendatang, karyawannya di beberapa kota seperti Stockholm, Berlin, Warsaw, dan Nykøbing harus masuk kantor tiga hari dalam seminggu. Kebijakan ini diberlakukan menjelang IPO (penawaran saham perdana) yang akan dilakukan minggu depan. Perusahaan menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk menjaga kualitas kerja dan mencegah kehilangan karyawan ke perusahaan lain yang lebih menekankan kerja secara langsung di kantor.
Kebijakan ini diumumkan melalui pesan internal di Slack dan akan segera berlaku di kantor lainnya. Banyak perusahaan besar, termasuk perusahaan teknologi besar dan startup, juga mulai menerapkan kebijakan serupa. Mereka beranggapan bahwa bekerja di kantor membantu meningkatkan kolaborasi dan inovasi di tempat kerja.
Klarna sendiri merasa bahwa kebijakan ini penting untuk mendukung pelaksanaan IPO mereka dan memastikan tim tetap solid. Dengan demikian, mereka berharap proses IPO nanti berjalan lancar dan perusahaan bisa berkembang dengan baik di masa depan.
Langkah ini menunjukkan bahwa meski banyak perusahaan beradaptasi dengan kerja jarak jauh selama pandemi, tetap ada kebutuhan untuk kembali ke kantor demi keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan.
Klarna kebijakan kembali ke kantor IPO karyawan Big Tech kerja langsung