Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengumumkan bahwa pada bulan Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan. Ini berarti harga barang secara umum sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya. Namun, jika dilihat dari angka tahunan, inflasi tetap terjadi sebesar 2,31 persen, yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan harga barang dan jasa di Indonesia masih meningkat dibanding tahun lalu.
Menariknya, selama tahun 2025 ini, Indonesia mengalami deflasi sebanyak empat kali, yaitu pada bulan Januari, Februari, Mei, dan Agustus. Hal ini menunjukkan bahwa harga barang tidak terus menerus naik, tetapi mengalami penurunan sementara.
Dalam bulan Agustus 2025, beberapa komoditas yang paling berpengaruh terhadap terjadinya deflasi ini antara lain adalah tomat, cabai rawit, bawang putih, kangkung, telur ayam ras, bayam, dan daging babi. Selain itu, tarif angkutan udara, bensin, dan uang sekolah SMA juga turut menekan harga barang secara umum.
Berdasarkan data historis, sejak tahun 2021 hingga 2025, bulan Agustus selalu mengalami deflasi. Khususnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sering menjadi penyumbang utama deflasi di bulan ini selama beberapa tahun terakhir.
Informasi ini akan didiskusikan lebih lengkap dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo yang akan tayang pada hari Selasa, 2 September 2025, pukul 21.00 sampai 21.30 WIB. Program ini akan disiarkan secara langsung di berbagai saluran TV dan juga streaming online. Jadi, masyarakat bisa mendapatkan penjelasan lengkap tentang kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
inflasi deflasi Agustus 2025 komoditas harga barang