Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Universitas Indonesia Minta Maaf Setelah Undang Prof. Peter Berkowitz

Universitas Indonesia (UI) menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada masyarakat setelah mengundang Prof. Peter Berkowitz dari The Hoover Institution di Universitas Stanford untuk kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI. Dalam pernyataan resminya, Arie Afriansyah, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, mengakui bahwa pihak universitas kurang hati-hati dalam melakukan pengecekan latar belakang terhadap tamu tersebut.

"Dengan segala kerendahan hati, UI mengakui kekhilafan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekurangan cermatan dalam background check," kata Arie saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari undangan tersebut adalah untuk memberikan perspektif dari tokoh internasional yang terkenal di bidang Sosial Humaniora dan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Menurut Arie, tidak ada niat lain selain untuk memperkaya wawasan peserta kegiatan PSAU.

Arie juga menyebutkan bahwa pihak universitas memahami reaksi dan keprihatinan yang muncul dari publik terkait orasi yang disampaikan oleh Prof. Peter Berkowitz selama acara tersebut. Ia menambahkan bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bagi UI agar lebih selektif dan sensitif dalam memilih tamu internasional di masa mendatang.

Selain itu, Arie menegaskan bahwa UI tetap berpegang pada konstitusi Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945. UI berkomitmen untuk terus memperjuangkan prinsip anti penjajahan di dunia dan mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi tindakan penjajahan yang dilakukan oleh Israel.

Permintaan maaf ini menunjukkan bahwa universitas ingin memperbaiki kekeliruan dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai nasional dan kemanusiaan.

library_books Antaranewscom