Pada Sabtu, 23 Agustus 2025, masyarakat dan pejabat di Indonesia menyambut baik pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru. Kementerian ini diharapkan bisa memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di tanah air.
Abdullah Mufid Mubarok, Ketua Bidang Humas & Media dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri), menyampaikan harapannya agar kementerian ini dapat meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji dan umrah. "Marhaban Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Semoga lahirnya kementerian ini menjadikan tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah menjadi jauh lebih baik lagi untuk kemaslahatan umat," katanya.
Pembentukan kementerian ini dianggap penting karena selama ini pengelolaan ibadah haji dan umrah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti proses administrasi yang panjang dan pelayanan yang belum optimal. Dengan adanya kementerian baru, diharapkan pengelolaan bisa lebih terorganisir dan profesional.
Selain itu, kementerian ini juga diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah yang sering dialami jemaah, seperti keterlambatan keberangkatan, kekurangan informasi, dan layanan yang kurang memuaskan. Selain meningkatkan pelayanan, diharapkan juga adanya inovasi dalam pengelolaan serta penggunaan teknologi agar proses ibadah menjadi lebih lancar dan nyaman.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan umat Muslim di Indonesia bisa menjalankan ibadah haji dan umrah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Semoga kehadiran kementerian ini membawa manfaat besar bagi seluruh umat dan memperbaiki kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
Kementerian Haji Umrah Indonesia pelayanan haji pengelolaan ibadah