Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Zinc Makin Bersinar sebagai Pengganti Lithium dalam Baterai

Zinc, salah satu logam paling melimpah dan terjangkau di Bumi, kini muncul sebagai pesaing yang mengejutkan bagi lithium dalam dunia baterai. Penemuan terbaru menunjukkan bahwa baterai zinc-ion bisa bertahan lebih lama, mengisi daya lebih cepat, dan beroperasi dengan lebih aman dibandingkan dengan baterai lithium yang selama ini digunakan.

Di Universitas Teknik Munich, para peneliti berhasil membuat lapisan pelindung untuk anoda zinc menggunakan bahan polimer berpori bernama TpBD-2F. Lapisan ini sangat tipis dan memiliki saluran nano yang membantu mengarahkan ion zinc sekaligus menolak air. Hal ini penting karena biasanya pertumbuhan dendrit—serpihan logam kecil yang bisa merusak baterai—akan terjadi, tetapi lapisan ini mencegahnya. Akibatnya, baterai ini mampu digunakan lebih dari 100.000 kali siklus pengisian dan pengosongan, bahkan bisa bertahan selama puluhan tahun dalam penyimpanan energi berskala besar.

Selain itu, tim dari Georgia Tech melakukan inovasi dengan membalikkan pemahaman umum tentang baterai zinc-ion. Biasanya, baterai lithium akan rusak saat diisi daya dengan cepat, tetapi zinc-ion justru menjadi lebih baik. Saat diisi cepat, dendrit yang biasanya terbentuk malah dicegah, karena zinc akan menempel secara halus dan merata. Tim ini menggunakan alat khusus untuk memantau proses pengisian secara langsung, membuktikan bahwa pengisian cepat bisa membuat baterai zinc lebih aman dan tahan lama.

Kemajuan ini membuat teknologi zinc-ion semakin menarik untuk digunakan sebagai sumber energi cadangan untuk panel surya dan turbin angin, sistem cadangan listrik untuk rumah dan rumah sakit, serta proyek penstabilan jaringan listrik. Berbeda dengan lithium, zinc murah, banyak diproduksi, tidak mudah terbakar, dan mudah didaur ulang. Semua kualitas ini membuat zinc menjadi pilihan yang sangat baik dalam transisi menuju energi hijau.

Dengan pengembangan lebih lanjut pada material katoda dan skala produksi industri, baterai zinc-ion berpotensi menjadi pusat dari jaringan listrik yang lebih bersih dan tahan banting di masa depan.

library_books Tech