Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kasau Hadiri Pelepasan Satgas Garuda Merah Putih-II ke Gaza

Pada hari Rabu, 13 Agustus 2025, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menghadiri upacara pelepasan Satgas Garuda Merah Putih-II di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Upacara ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai bagian dari misi kemanusiaan internasional yang diperintahkan langsung oleh Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subiyanto.

Panglima TNI menyebutkan bahwa misi ini memiliki makna strategis, karena bertepatan dengan hari ulang tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia. "Momentum ini mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya untuk menjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga untuk membantu sesama bangsa yang sedang berjuang demi hidup damai dan merdeka," ujarnya.

Satgas Garuda Merah Putih-II akan menjalankan misi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza selama 12 hari, dari tanggal 13 hingga 23 Agustus 2025. Mereka menggunakan dua pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31 TNI AU. Pesawat ini akan melalui dua jalur, yaitu melalui Mesir di Al Arish Air Base dan Yordania di KAIIAB, Amman.

Bantuan yang dibawa sebanyak 80 ton, terdiri dari makanan, obat-obatan, kebutuhan harian, dan 600 Payung Udara Orang (PUO) untuk membantu warga Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan. Seluruh anggota dari berbagai matra TNI, termasuk kru dan penerbang TNI AU, sudah dipersiapkan secara matang dan profesional agar misi berjalan aman dan sasaran tepat.

Misi ini menunjukkan kekompakan TNI dalam diplomasi pertahanan dan kemanusiaan. Selain itu, mencerminkan kesiapan TNI AU yang modern, profesional, dan humanis, sesuai dengan prinsip AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis) dan PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif).

Dalam acara ini hadir juga sejumlah pejabat tinggi seperti Wakil Panglima TNI, Kasum TNI, Sekjen Kemhan, Pangkohanudnas, Wakasau, Kabais TNI, Pangkoopsudnas, Kabasarnas, Kepala Baznas, serta pejabat Kemhan dan TNI lainnya. Mereka semua menunjukkan dukungan penuh terhadap misi kemanusiaan ini.

Misi ini menjadi simbol kekompakan dan peran aktif TNI dalam membantu masyarakat internasional dan memperkuat diplomasi melalui kekuatan militer yang humanis. TNI Angkatan Udara berharap bahwa misi ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi warga Gaza yang membutuhkan bantuan.

library_books Militer Udara