Amerika Serikat dan sekutunya menghadapi tantangan besar di wilayah Kutub Utara. John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, menulis bahwa negara-negara Barat harus segera bertindak untuk mengatasi ancaman dari China dan Rusia yang semakin meningkat di kawasan ini.
Wilayah Kutub Utara memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk minyak, gas, dan mineral berharga lainnya. Selain itu, jalur pelayaran yang terkenal sebagai Northwest Passage yang melintasi Kanada dan jalur di pantai utara Rusia juga menawarkan peluang ekonomi yang besar.
Bolton memperingatkan bahwa saat ini, Barat belum cukup mengatasi dinamika geopolitik yang sedang berlangsung di wilayah ini. Ia menekankan pentingnya Amerika dan sekutunya untuk mempercepat langkah mereka agar tidak kalah dalam perebutan pengaruh di kawasan ini.
"Hadiah yang bisa didapat sangat besar. Kesempatan untuk menguasai jalur pelayaran dan sumber daya di kawasan ini bisa sangat menguntungkan, tetapi juga berisiko jika tidak segera direspons," ujar Bolton.
Dalam tulisan tersebut, Bolton juga menyarankan agar Presiden Amerika segera mempercepat upaya dalam merebut kekuasaan di Kutub Utara agar tidak tertinggal dari China dan Rusia yang semakin agresif.
Sementara itu, para pengamat menilai bahwa kompetisi di Kutub Utara ini akan menjadi salah satu arena penting dalam geopolitik global di masa depan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kawasan ini bisa menjadi sumber konflik baru yang mengancam stabilitas dunia.
AS China Rusia Kutub Utara ancaman geopolitik sekutu hegemoni