Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Senator Miguel Uribe Meninggal Dunia Setelah Ditembak di Kampanye

Pada tanggal 7 Juni, sebuah insiden yang mengejutkan terjadi di Bogota, Kolombia. Miguel Uribe, seorang senator muda dan calon presiden dari partai konservatif Demokratik Center, mengalami luka tembak di kepala saat menghadiri acara kampanye politik. Sayangnya, luka tersebut menyebabkan kematian. Miguel Uribe meninggal dunia pada usia 39 tahun.

Miguel Uribe dikenal sebagai tokoh politik yang bersemangat dan berharap bisa mendapatkan nominasi dari partainya untuk mengikuti pemilihan presiden tahun 2026. Ia adalah cucu dari Julio Cesar Turbay, yang pernah menjabat sebagai Presiden Kolombia dari tahun 1978 hingga 1982.

Ibu Miguel Uribe, Maria Claudia Tarazona, mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial. Ia menulis, "Saya meminta kepada Tuhan agar menunjukkan jalan untuk belajar hidup tanpa kamu. Rest in peace, cinta kehidupanku. Aku akan menjaga anak-anak kita." Ia juga menyampaikan bahwa pemakaman Miguel Uribe akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus.

Polisi dan pihak berwenang Kolombia telah menangkap enam orang terkait insiden ini. Namun, sampai saat ini, motif dari penembakan dan siapa yang memberi perintah belum diketahui. Seorang anak berusia 15 tahun didakwa melakukan penembakan tersebut.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut berkomentar mengenai kejadian ini di media sosial X, mengatakan, "Investigasi perlu didalami. Penegak hukum, dibantu oleh para ahli internasional, akan memberikan informasi saat waktunya tiba." Selain itu, kementerian pertahanan Kolombia menawarkan hadiah uang tunai untuk siapa saja yang memberikan informasi yang dapat membantu menangkap pelaku.

Bantuan dari berbagai negara juga datang untuk menyelidiki kasus ini, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Kejadian ini mengingatkan kembali masyarakat Kolombia akan kekerasan yang pernah melanda negara tersebut di tahun 1980-an dan 1990-an, ketika beberapa calon presiden dibunuh dalam serangkaian serangan yang diduga dilakukan oleh kartel narkoba.

Keluarga Miguel Uribe, termasuk ibunya yang adalah seorang jurnalis bernama Diana Turbay, pernah mengalami tragedi besar. Diana Turbay tewas pada tahun 1991 saat operasi penyelamatan yang gagal setelah dia diculik oleh Kartel Medellin yang dipimpin oleh Pablo Escobar.

Pertempuran politik dan kekerasan yang menimpa Kolombia ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat dan para pejabat pemerintah. Mereka berharap agar pelaku penembakan ini segera ditangkap dan diadili agar keadilan dapat ditegakkan.

library_books Dwnews