Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Maskapai Delta Untung Besar Tapi Bergantung pada Program Loyalitas

Pada kuartal kedua tahun ini, maskapai Delta Air Lines mencatatkan keuntungan operasional sebesar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai domestik lainnya di Amerika. Namun, ada hal menarik di balik angka tersebut. Jika tidak ada pendapatan dari program loyalitas pelanggan mereka, Delta kemungkinan besar akan mengalami kerugian.

Program loyalitas ini adalah sebuah industri besar yang mengikat pelanggan, maskapai, dan penerbit kartu kredit. Program ini biasanya memberi poin atau hadiah kepada pelanggan setiap kali mereka terbang atau menggunakan jasa tertentu, yang kemudian bisa ditukar dengan tiket gratis, diskon, atau hadiah lain. Industri ini sangat menguntungkan bagi maskapai karena membuat pelanggan tetap memilih mereka dan meningkatkan pendapatan dari kartu kredit yang bekerja sama.

Namun, seberapa besar industri program loyalitas ini bisa berkembang? Pertanyaan ini menjadi perhatian karena semakin banyak orang bergabung dan menggunakan program ini. Jika industri ini terus berkembang, maskapai penerbangan bisa tetap mendapatkan keuntungan meskipun keuntungan dari tiket penerbangan sendiri tidak besar.

Secara umum, Delta dan maskapai besar lainnya sangat bergantung pada pendapatan dari program loyalitas ini. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengandalkan penjualan tiket saja, tetapi juga dari kerjasama dengan perusahaan kartu kredit dan layanan lain yang mendukung program ini.

Jadi, meskipun keuntungan besar terlihat dari angka keuntungan Delta, kenyataannya mereka dan maskapai lain sangat bergantung pada industri yang disebut loyalitas pelanggan ini. Industri ini bisa jadi kunci keberlangsungan mereka di masa depan, apalagi jika industri penerbangan sedang menghadapi tantangan ekonomi.

library_books Theeconomist