Penelitian terbaru dari Universitas Tianjin di China mengungkapkan bahwa kebiasaan menonton video TikTok dapat menyebabkan perubahan besar pada otak, mirip dengan kebiasaan penjudi. Penelitian ini menggunakan teknologi pemindaian otak bernama MRI untuk melihat bagaimana otak orang yang sering menonton video pendek bekerja saat mereka harus membuat keputusan keuangan.
Hasilnya sangat mengejutkan. Mereka menemukan bahwa orang yang kecanduan menonton TikTok menunjukkan penurunan aktivitas di bagian otak yang disebut precuneus. Bagian ini penting karena membantu kita merenung, mengendalikan diri, dan memikirkan akibat jangka panjang dari pilihan kita.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, para peneliti menemukan bahwa pengguna TikTok yang kecanduan ini menjadi kurang peka terhadap kerugian keuangan dan cenderung membuat keputusan yang impulsif dan cepat. Ini adalah pola yang sama dengan orang yang kecanduan judi. Saat mereka melakukan analisis di otak mereka, bagian otak yang bernama orbitofrontal cortex dan frontopolar menjadi sangat aktif saat mereka mengambil risiko, seperti yang terjadi saat penjudi bermain mesin slot.
Studi ini menunjukkan bahwa kebiasaan menonton video pendek ini sangat mempengaruhi otak. Dengan 95,5% pengguna internet di seluruh dunia menonton konten ini dan di China saja rata-rata pengguna menghabiskan 151 menit setiap hari, berarti jutaan otak sedang mengalami perubahan besar.
Para peneliti menyebut ini sebagai "perampokan" otak karena pola pelepasan dopamin—senyawa yang membuat kita merasa senang—yang sama seperti saat bermain mesin slot. Hal ini membuat orang merasa mendapatkan hadiah cepat dan besar, tetapi sebenarnya merusak kemampuan mereka untuk fokus, tidur, dan menjaga kesehatan mental.
Qiang Wang, peneliti utama dari studi ini, memperingatkan bahwa ini adalah ancaman kesehatan masyarakat global. Algoritma yang digunakan platform TikTok dan sejenisnya dirancang untuk membuat pengguna terus terikat dan tidak berhenti, karena mereka memanfaatkan sistem reward alami manusia yang tidak dirancang untuk stimulasi yang begitu intens.
Kesimpulannya, kebiasaan menonton TikTok tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa mengubah cara otak kita berfungsi. Kalau dibiarkan terus-menerus, ini bisa membuat generasi muda sulit membedakan risiko dan imbalan, dan membuat mereka semakin impulsif dalam mengambil keputusan, sama seperti penjudi yang kehilangan kendali. Jadi, penting bagi kita untuk berhati-hati dan tidak terlalu bergantung pada konten yang ada di dalam genggaman.
TikTok otak kecanduan judi penelitian kesehatan mental neural dopamine risiko keputusan