Hari ketiga pameran foto Aksi Kamisan Kaltim berlangsung sangat berkesan. Setelah diskusi pagi, acara dilanjutkan dengan diskusi siang yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00 WITA. Diskusi ini diadakan di lokasi pameran dan dipandu oleh anggota dari Aksi Kamisan Kaltim.
Pada diskusi kali ini, para peserta membahas buku berjudul "Dua Dasawarsa Nirpida". Buku ini sangat penting karena berisi kritik terhadap pemerintah Indonesia terkait regulasi hak asasi manusia (HAM). Buku ini juga membantu pembaca memahami bagaimana sistem negara sering gagal dalam melindungi dan memenuhi hak asasi manusia.
Dalam diskusi tersebut, para pemantik dari Kontras dan ibu-ibu yang aktif di bidang HAM, seperti Ibu Sumarsih Maria dan Ibu Suciwati, menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman mereka. Mereka menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengingat dan mengawasi pelanggaran HAM.
Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat terus ingat dan tidak lupa terhadap pelanggaran HAM yang pernah terjadi. Mereka juga mengajak semua orang untuk terus bersuara dan memperjuangkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
Masyarakat yang hadir sangat antusias dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung. Diskusi ini tidak hanya sekadar membahas buku, tetapi juga menjadi momen penting untuk menyuarakan keadilan dan memperkuat ingatan kolektif tentang pentingnya perlindungan HAM di Indonesia.
Aksi Kamisan HAM buku kritis Kaltim diskusi pelanggaran HAM