Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Misi Bantuan di Sudan Terganggu Karena Perang Bersenjata

Seorang pejabat kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan perlunya akses tanpa hambatan agar bisa membantu orang-orang di Sudan yang sedang menghadapi krisis besar. Sudan sedang dilanda perang saudara yang berlangsung lebih dari dua tahun, menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan kekurangan makanan.

Edem Wosornu, yang menjabat sebagai Direktur Divisi Operasi dan Advokasi di Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menyatakan pentingnya gencatan senjata agar bantuan dapat diberikan secara efektif. Ia mengatakan, "Ketika kami mendapatkan akses, kami bisa membantu." Ia juga menggarisbawahi perlunya perang berhenti agar situasi bisa membaik.

Wosornu kembali ke kantor OCHA di Khartoum untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun dan menyaksikan pemandangan yang sangat menyedihkan. Ia menggambarkan kota itu sebagai kota mati, dengan sisa-sisa perang yang terlihat di mana-mana. "Apa yang kami lihat adalah kota hantu, Khartoum yang dulunya ramai, kini sepi dan hilang kehidupan," katanya.

Perang saudara di Sudan yang dimulai sejak April 2023 telah menyebabkan sekitar 40.000 orang tewas dan hampir 13 juta orang mengungsi ke negara lain maupun ke bagian lain dalam Sudan. Bencana ini membuat hampir separuh penduduk Sudan saat ini menghadapi kekurangan makanan yang parah, bahkan beberapa daerah mengalami malnutrisi.

Situasi ini sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian internasional. PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan terus berusaha mendapatkan akses dan mengirim bantuan kepada warga yang membutuhkannya. Semoga perdamaian segera tercapai agar situasi di Sudan bisa membaik dan rakyatnya bisa mendapatkan kembali kehidupan yang layak.

library_books Dwnews