Dalam beberapa tahun terakhir, tren di Amerika Serikat menunjukkan bahwa banyak orang, terutama kaum muda, mulai menjauhi minuman beralkohol. Mereka lebih tertarik dengan minuman tanpa alkohol dan tempat-tempat khusus yang menyediakan suasana bebas alkohol, seperti bar sober. Bahkan, banyak yang mengikuti program Dry January, yaitu tidak minum alkohol selama sebulan.
Data dari asosiasi industri menunjukkan bahwa penjualan minuman beralkohol memang menurun. Tahun lalu, penjualan bir turun sebesar 1,2%, minuman keras (spirits) turun 2,7%, dan anggur turun sebanyak 6,6%. Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi di kalangan masyarakat.
Namun, belakangan ini, para ahli dan pelaku industri mulai mengatakan bahwa penurunan tersebut mungkin hanya sementara. Mereka berpendapat bahwa meski tren menolak alkohol sedang berkembang, bukan berarti orang akan sepenuhnya meninggalkan minuman beralkohol. Beberapa orang percaya bahwa industri ini akan kembali bangkit dan tetap menjadi bagian penting dari budaya dan hiburan masyarakat.
Para analis juga menyebutkan bahwa kita mungkin tidak akan melihat lagi acara makan siang yang penuh dengan minuman keras seperti dulu. Tapi, mereka yakin bahwa minuman beralkohol tetap memiliki tempat di hati masyarakat Amerika, dan industri ini kemungkinan akan mengalami pemulihan di masa depan.
minuman keras industri alkohol tren minuman Amerika penjualan alkohol beer spirits wine