Pada saat yang penting ini, disarmament dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dianggap oleh Ekrem Imamoglu, calon presiden oposisi yang saat ini dipenjara, sebagai peluang emas bagi Turki untuk mengubah peran dan posisinya di kawasan. Imamoglu menulis bahwa proses damai ini bisa menjadi momen bersejarah jika dimanfaatkan dengan baik.
Namun, Imamoglu juga menyoroti ironi yang terjadi di tengah proses damai ini. Ia menyatakan bahwa sementara proses perdamaian berlangsung, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan justru menunjukkan penurunan demokrasi dan semakin memperkuat otoritarianisme. Ia menambahkan bahwa hal ini bukan hanya masalah domestik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap potensi internasional Turki.
Menurut Imamoglu, penurunan demokrasi di dalam negeri dapat menghambat kemampuan Turki untuk bersaing dan berperan secara efektif di panggung global. Ia menegaskan bahwa demokrasi yang kuat dan stabil adalah fondasi utama agar negara ini dapat memaksimalkan pengaruhnya di kawasan dan dunia.
Imamoglu juga mengingatkan bahwa disarmament PKK bisa membuka jalan bagi Turki untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara tetangga dan mengurangi ketegangan di kawasan. Ia percaya bahwa situasi ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas regional.
Meskipun Imamoglu saat ini dipenjara dan tidak bisa secara langsung berpartisipasi dalam proses politik, pandangannya tetap penting sebagai suara kritis dan alternatif. Ia menegaskan bahwa masa depan Turki tergantung pada bagaimana negara ini menyeimbangkan proses damai, demokrasi, dan peran internasionalnya.
Ini adalah waktu yang penuh tantangan dan peluang bagi Turki. Jika pemerintah mampu mengelola proses ini dengan baik, Turki bisa memperkuat posisinya di kancah internasional sekaligus memperbaiki kondisi dalam negeri.
PKK Turki demokrasi Erdogan politik regional