Di dunia STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), banyak perempuan berusia 50-an yang menunjukkan prestasi luar biasa. Salah satunya adalah seorang ilmuwan yang bernama Krishnan, yang sejak muda telah berkarier di bidang kimia organik. Pada usia akhir 40-an, dia mendapatkan ide untuk menciptakan terapi topikal berbasis gen untuk mengobati penyakit kulit langka bernama epidermolysis bullosa dystrophica, yang menyebabkan kulit menjadi sangat rapuh seperti sayap kupu-kupu.
Pada tahun 2016, saat berusia 51 tahun, Krishnan bersama suaminya mendirikan perusahaan bioteknologi bernama Krystal Biotech yang berbasis di Pittsburgh. Perusahaan ini digagas dan didanai sendiri dengan dana sekitar 5 juta dolar AS yang mereka hasilkan dari perusahaan bioteknologi sebelumnya. Kini, Krystal Biotech telah bernilai lebih dari 4 miliar dolar AS dan memiliki satu terapi yang disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat), serta beberapa terapi lainnya yang sedang dikembangkan.
Krishnan, seorang imigran dari India, mengatakan, "Anda harus berani dan berani mengambil risiko untuk melakukan ini." Dia mengaku tidak pernah takut menghadapi risiko dan tidak merasa harus memiliki pekerjaan yang stabil. Keberaniannya ini menjadi inspirasi banyak orang, terutama perempuan, bahwa usia bukan halangan untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang besar.
Kisah Krishnan ini termasuk dalam daftar #ForbesOver50: Innovation tahun ini yang menampilkan perempuan-perempuan hebat yang terus berkarya dan memberi dampak positif di dunia. Mereka membuktikan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk berkontribusi secara besar-besaran dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Inovasi Medis Teknologi STEM Perempuan Usia 50-an Terapi gen Bioteknologi