Jepang mengalami penurunan populasi yang sangat besar tahun lalu, dengan hampir satu juta orang lebih meninggal dunia daripada yang lahir. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 908.574 orang meninggal, sementara jumlah kelahiran sangat rendah. Ini adalah penurunan populasi terbesar yang pernah tercatat sejak survei dimulai tahun 1968.
Pemerintah Jepang menyebut kondisi ini sebagai 'darurat diam-diam' karena populasi yang menua terus meningkat dan jumlah penduduk semakin menurun. Perdana Menteri Shigeru Ishiba berjanji akan menerapkan kebijakan yang mendukung keluarga, seperti memberi biaya penitipan anak gratis dan jam kerja yang lebih fleksibel, agar angka kelahiran bisa meningkat.
Namun, usaha-usaha tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya angka kelahiran di Jepang, termasuk biaya hidup yang tinggi, tekanan pekerjaan, dan budaya yang mempersulit keluarga muda untuk punya anak.
Data ini menunjukkan bahwa untuk setiap bayi yang lahir, lebih dari dua orang meninggal dunia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan penduduk Jepang di masa depan. Pemerintah dan masyarakat terus mencari solusi agar angka kelahiran bisa meningkat dan menstabilkan jumlah penduduk.
Baca lebih lengkap tentang alasan rendahnya angka kelahiran di Jepang di link yang ada di bio @BBCNews. Foto yang digunakan diambil dari Getty Images.
populasi Jepang penurunan penduduk angka kematian kelahiran rendah kebijakan keluarga