Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kematian Tahanan Palestina di Penjara Israel Akibat Jatuh Saat Dibalut Tangan

Seorang pria Palestina berusia 40 tahun meninggal dunia di sebuah fasilitas milik Shin Bet, badan keamanan dalam negeri Israel, pada Januari 2024. Menurut laporan dari surat kabar Haaretz, pria ini meninggal setelah jatuh dari tempat tinggi saat tangan diborgol. Penjaga penjara tidak memberi tahu identitasnya secara lengkap, dan tubuhnya pun tidak memiliki identifikasi yang jelas saat dipindahkan dari tempat penahanan.

Shin Bet sebenarnya mengetahui siapa pria ini, tetapi mereka menolak memberikan komentar. Selama konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 di Gaza, ribuan warga Palestina diculik dan ditahan oleh pasukan Israel, namun belum ada kejelasan tentang nasib mereka.

Menurut sumber dari Haaretz, pria tersebut meninggal saat berusaha melarikan diri dari tempat interogasi. Meskipun Kementerian Kehakiman Israel menyatakan tidak menemukan bukti adanya tindak kriminal, kematian pria ini di dalam tahanan menunjukkan kemungkinan adanya kelalaian.

Autopsi yang dilakukan mengungkapkan bahwa pria tersebut mengalami luka akibat jatuh dari ketinggian yang cukup tinggi dan menunjukkan tanda-tanda bahwa dia telah diborgol dalam waktu lama. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap tahanan Palestina di fasilitas Israel.

Kelompok Hak Asasi Manusia di Israel, Public Committee Against Torture, menyatakan bahwa mereka sangat khawatir dengan kematian ini. Mereka menambahkan bahwa sejak konflik dimulai, perlakuan kejam dan penyiksaan terhadap tahanan Palestina meningkat pesat, dan sistem akuntabilitas untuk pelanggaran ini hampir tidak ada.

Menurut kelompok pengawas, setidaknya 76 warga Palestina meninggal di penjara Israel sejak awal perang, termasuk beberapa pria sehat berusia 20-an. Dari jumlah tersebut, minimal enam meninggal saat sedang diinterogasi oleh Shin Bet.

Sayangnya, tidak ada proses hukum yang dilakukan terhadap kematian mereka, dan pelanggaran hak asasi manusia ini terus berlanjut tanpa adanya pertanggungjawaban. Situasi ini menuai kecaman dari komunitas internasional yang mendesak agar Israel bertanggung jawab atas pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina.

library_books Middleeasteye