Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Muda Kuliah, Matt Deitke Jadi Pionir AI dengan Tawaran Ratusan Juta Dolar

Matt Deitke, seorang peneliti AI berusia 24 tahun dari Amerika Serikat, baru saja menciptakan sejarah di dunia teknologi. Ia memutuskan untuk keluar dari program PhD-nya dan mendirikan sebuah perusahaan teknologi bernama Vercept. Perusahaan ini fokus pada pengembangan kecerdasan buatan dan telah berhasil mendapatkan dana sebesar 16,5 juta dolar AS.

Sebelum mendirikan Vercept, Matt terkenal karena karyanya yang luar biasa tentang Molmo, sebuah model AI canggih yang mampu melakukan berbagai tugas dengan cara yang sangat mirip manusia. Karyanya ini bahkan mendapatkan penghargaan tertinggi di konferensi NeurIPS 2022, yang merupakan salah satu acara terbesar di bidang kecerdasan buatan.

Kesuksesan Matt menarik perhatian perusahaan besar, Meta. Awalnya, Meta menawarkan uang sebesar 125 juta dolar AS untuk mengajak Matt bergabung. Namun, Matt menolaknya. Tidak berhenti di situ, Mark Zuckerberg, pendiri Meta, sendiri turun tangan dan menawarkan kontrak senilai 250 juta dolar AS. Dari jumlah ini, 100 juta dolar langsung dibayar sebagai uang muka agar Matt bergabung dengan lab supercanggih di Meta yang disebut Superintelligence Lab.

Lab ini terkenal karena merekrut para ahli terbaik dari perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Apple. Tujuan mereka adalah mengembangkan kecerdasan buatan yang sangat canggih dan berpotensi mengubah masa depan dunia.

Keputusan Matt ini menunjukkan bahwa meskipun tawaran besar datang, ia tetap memilih jalannya sendiri demi mengejar inovasi dan kemajuan di bidang AI. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak anak muda yang berambisi di dunia teknologi dan sains.

library_books Theaipage