Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Sekolah Rakyat di Ponorogo Jadi Contoh Pengembangan Pendidikan Mandiri

Pada tanggal 1 Agustus 2025, Indonesia menambah satu lagi sekolah rakyat (SR) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ponorogo. Sekolah ini memiliki tingkat pendidikan lengkap dari SD, SMP, hingga SMA, dan dianggap sudah memenuhi standar yang baik.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan peninjauan ke sekolah tersebut pada hari Senin, 4 Agustus 2025. Ia menyatakan bahwa fasilitas yang ada di sekolah ini sudah sesuai standar dan bahkan sebanding dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya.

Salah satu hal menarik yang menarik perhatian Gus Ipul adalah keberadaan fasilitas peternakan ayam petelur di lingkungan sekolah. Menurutnya, fasilitas ini adalah langkah kecil yang sangat bernas. "Peternakan kecil ini bisa dijadikan laboratorium vokasi bagi peserta didik, dan juga membantu sekolah memenuhi kebutuhan konsumsi pangan secara mandiri," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, keberadaan peternakan ini tidak mengganggu proses belajar mengajar karena lokasinya yang tidak berbau serta tidak mengganggu suasana sekolah. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berusaha agar pendidikan di sekolah rakyat ini bisa berjalan sukses.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan tiga prinsip utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Pertama, memuliakan masyarakat kecil dengan memberikan akses pendidikan berkualitas. Kedua, menjangkau mereka yang selama ini belum tersentuh pembangunan, termasuk di bidang pendidikan. Ketiga, mewujudkan hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dan memberi harapan besar bagi anak-anak yang selama ini takut bermimpi.

"Kemiskinan bisa diwariskan, tapi pendidikan mampu mewariskan harapan," katanya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang turut mendampingi Gus Ipul, menyampaikan bahwa proses pengenalan sekolah ini sudah dilakukan beberapa kali. Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme dan potensi para siswa sangat terlihat.

Di Ponorogo, saat ini terdapat 150 peserta didik yang tersebar di 5 rombongan belajar, terdiri dari 1 SD, 2 SMP, dan 2 SMA. Menurut Sugiri, para siswa dan guru menunjukkan semangat yang tinggi. Ia menekankan bahwa para guru tidak hanya ditugaskan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menularkan kasih sayang, kelembutan, dan menjadi teladan bagi siswa.

Dengan adanya sekolah rakyat ini, diharapkan pendidikan di Ponorogo dan seluruh Indonesia bisa terus berkembang, memenuhi harapan masyarakat kecil, dan membuka peluang bagi masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda.

library_books Prokopim Ponorogo