Sejak wabah virus Zika yang melanda Brazil sepuluh tahun lalu, banyak ibu yang memiliki anak dengan sindrom Zika kongenital merasa mereka tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah. Salah satu contohnya adalah Rute Freires, ibu dari Tamara yang berusia sembilan tahun. Tamara lahir dengan berbagai cacat akibat infeksi Zika saat dalam kandungan, termasuk tidak bisa berjalan, berbicara, dan tersenyum.
Rute dan ibu-ibu lainnya yang mengalami hal serupa merasa mereka terlupakan. Mereka harus berhenti bekerja dan bergantung pada bantuan pemerintah yang hanya sekitar 265 dolar Amerika per bulan. Banyak dari mereka juga harus berjuang di pengadilan untuk mendapatkan obat, susu formula, dan kursi roda untuk anak-anak mereka. Beberapa bahkan ditinggalkan oleh suami mereka.
Untuk saling mendukung, mereka membentuk kelompok independen. Kini, hampir 15 dari mereka tinggal di kompleks perumahan umum yang sama selama lima tahun terakhir. Mereka berbagi pengalaman dan tips dalam mengurus kondisi kesehatan anak-anak mereka yang kompleks.
Selain berbagi informasi, keberadaan komunitas ini juga memberikan manfaat sosial dan emosional bagi para ibu. Mereka merasa sedikit lebih kuat dan tidak sendiri dalam menghadapi tantangan yang besar.
Lebih jauh, mereka berharap pemerintah dan masyarakat semakin peduli dan memberikan perhatian yang lebih terhadap kebutuhan mereka dan anak-anak dengan sindrom Zika kongenital. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa meskipun wabah Zika sudah lama berlalu, dampaknya masih dirasakan oleh komunitas ini.
Zika ibu Brasil anak dukungan sosial