Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ngopi Bareng Forkopimda: Potensi Kopi Lereng Lawu Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Pada hari Senin, 4 Agustus 2025, suasana hangat dan penuh semangat mewarnai acara "Ngopi Bareng Forkopimda" yang berlangsung di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., bersama jajaran Forkopimda, Forkopimca Panekan, serta seluruh lurah dan kepala desa dari se-Kecamatan Panekan.

Kegiatan ini bukan sekadar acara santai untuk menikmati kopi, melainkan menjadi forum terbuka yang penting dalam mempererat sinergi lintas sektor. Tujuan utamanya adalah menggali dan mengembangkan potensi kopi lokal yang tumbuh subur di lereng Gunung Lawu, yang dikenal memiliki cita rasa khas dan beragam jenis.

Dalam diskusi tersebut, berbagai jenis kopi khas Panekan turut dibahas, mulai dari robusta dan arabika, hingga jenis yang lebih unik seperti kopi nangka (excelsa) dan liberika. Kopi ini ditanam di dataran tinggi yang beriklim sejuk, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan berbeda dari kopi di daerah lain.

Dandim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, menekankan pentingnya tidak hanya berhenti pada proses hilirisasi, yakni pengolahan kopi menjadi produk akhir, tetapi juga harus ada langkah progresif untuk menjadikan wilayah seperti Ngiliran sebagai destinasi wisata kopi.

"Jika hilirisasi sudah berjalan baik, saya berharap Ngiliran bisa menjadi tempat wisata kopi yang lebih besar dan dikenal luas. Ini akan membuat dunia tahu bahwa kopi di Magetan nikmat dan layak dibanggakan," ujarnya.

Selain itu, Ketua DPRD Magetan, Kang Ratno, menyatakan perlunya perhatian khusus terhadap pemberdayaan wilayah penghasil kopi seperti Ngiliran dan Sidomulyo. Ia menambahkan, pengembangan potensi ini tidak hanya akan meningkatkan ekonomi daerah, tetapi juga membantu mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di wilayah Sidomulyo, terutama dari dan ke arah selatan.

"Kita harus dorong titik-titik potensial seperti Ngiliran dan Sidomulyo. Pasar kopi ini sudah luas, bahkan sampai Jakarta, Bandung, dan Surabaya," katanya.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan lereng Lawu tidak hanya dikenal sebagai kawasan penghasil kopi, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal bisa menjadi kunci untuk kemajuan daerah Magetan secara berkelanjutan.

library_books Diskominfomagetan