Penelitian terbaru dari Stanford Medicine menunjukkan terobosan besar dalam dunia kedokteran dan teknologi. Para peneliti di Stanford berhasil menciptakan 92 nanobodi baru yang dapat melawan virus COVID-19 dalam waktu hanya beberapa hari. Biasanya, proses menemukan obat baru memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tetapi berkat kecerdasan buatan atau AI, semua menjadi lebih cepat dan efisien.
Penemuan ini dipublikasikan di jurnal terkenal, Nature, pada Juli 2025. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan AI yang bekerja seperti seorang ilmuwan virtual. AI ini memimpin sebuah 'laboratorium virtual' yang terdiri dari berbagai tim ilmuwan yang berkolaborasi dengan sangat cepat. Mereka dapat melakukan diskusi dan pengujian dalam hitungan detik, berbeda jauh dari proses tradisional yang memakan waktu lama.
Laboratorium virtual ini dipimpin oleh Profesor James Zou, yang menjelaskan bahwa AI mampu memilih strategi terbaik untuk membuat nanobodi, yaitu molekul kecil yang bisa menempel dan melawan virus. Dengan menggunakan teknologi ini, mereka memfokuskan pembuatan nanobodi dibandingkan antibodi biasa karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih mudah diprediksi oleh mesin.
Hasilnya sangat mengesankan. Lebih dari 90% dari nanobodi yang dirancang oleh AI berhasil diproduksi dan diuji oleh tim di Chan Zuckerberg Biohub. Dua dari nanobodi ini menunjukkan kemampuan yang sangat bagus karena bisa menempel kuat ke varian baru virus seperti JN.1 dan KP.3, sekaligus tetap efektif terhadap strain Wuhan asli.
Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kecepatan dan efisiensi. Proses desain yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan, kini hanya memakan waktu beberapa hari. Pertemuan tim AI yang biasanya berlangsung selama berjam-jam, sekarang hanya berlangsung 5 sampai 10 menit. Bahkan, 98,7% pekerjaan ilmiah dilakukan oleh AI, sementara manusia hanya terlibat dalam 1,3% diskusi.
Ini adalah langkah besar dalam pengembangan obat dan vaksin di masa depan. Dengan teknologi ini, kemungkinan besar kita bisa menghadapi pandemi atau wabah penyakit baru dengan lebih cepat dan efektif. Penemuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya membantu dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi juga mampu mengubah cara kita menemukan dan mengembangkan obat yang sangat penting untuk kesehatan manusia di seluruh dunia.
AI nanobodi COVID-19 penemuan obat Stanford Medicine teknologi pandemi