Pada tahun 2002, perkembangan kecerdasan buatan (AI) berada dalam kondisi yang sulit. Meskipun telah bertahun-tahun usaha dilakukan, impian untuk memberikan komputer kemampuan berfikir seperti manusia dan memahami dunia nyata belum terwujud. Untuk mencari jalan keluar, sekelompok ilmuwan berkumpul dalam acara yang disebut Simposium Kecerdasan Sejati St. Thomas.
Di tengah simposium ini, terdapat sosok penting yaitu Marvin Minsky, seorang pelopor AI, bersama dengan muridnya, Pushpinder Singh. Setelah simposium, Minsky, Singh, dan seorang filsuf terkenal, Aaron Sloman, menerbitkan sebuah makalah yang membahas ide-ide kelompok tersebut tentang bagaimana mencapai kecerdasan buatan yang mirip dengan manusia.
Makalah tersebut mencerminkan tantangan pada awal abad ke-21 dalam bidang AI. Namun, satu kalimat dalam makalah itu kini sangat menonjol. Dalam paragraf singkat yang berisi ucapan terima kasih, para penulis menyebutkan, "Pertemuan ini dimungkinkan berkat dukungan dermawan dari Jeffrey Epstein." Simposium itu sendiri diadakan di Kepulauan Virgin, yang merupakan rumah bagi pulau terkenal milik Epstein.
Mengingat kembali acara ini memberikan pandangan tentang keadaan AI, serta pendanaan dari sosok yang penuh kontroversi. Bayangan gelap Epstein menyelimuti simposium tahun 2002. Namun, bagaimana acara ini bisa terjadi? Sumber yang saya dapat memberikan informasi yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. "Jeffrey sering mengatakan betapa dia menyukai Marvin dan betapa senangnya dia berbicara tentang AI," kata sumber tersebut. Pada masa itu, topik ini tidak begitu populer. "Ini adalah waktu ketika orang sangat skeptis apakah AI akan berhasil," tambahnya.
Dengan demikian, muncul ide untuk mengadakan pertemuan kecil tentang AI dengan Minsky sebagai pusat perhatian. Namun, tidak jelas apakah dana untuk acara tersebut berasal dari sumbangan sebesar $100,000 yang diberikan Epstein untuk mendukung penelitian Minsky.
Partisipasi Epstein dalam diskusi tampaknya minimal. "Jeffrey masuk dan keluar sepanjang waktu, dan saya rasa dia memiliki beberapa percakapan pribadi dengan beberapa ilmuwan," ungkap sumber tersebut. Namun, sumber tersebut tidak ingat melihat adegan yang kemudian diceritakan oleh Roger Schank dalam sebuah wawancara. Schank melaporkan bahwa "Epstein masuk ke konferensi dengan dua gadis di sampingnya." Sementara para ilmuwan membahas teori AI, Schank menyebutkan bahwa Epstein "duduk di belakang, di sofa, memeluk dan mencium gadis-gadis tersebut."
Kecerdasan Buatan Simposium Jeffrey Epstein Marvin Minsky