Pacitan – Untuk kedua kalinya, Kapal Arka Kinari mengunjungi Kabupaten Pacitan. Meskipun kapal ini tidak dapat sandar di Pelabuhan Pacitan karena masalah mesin dan cuaca buruk, pemilik kapal Grey Filastine dari Spanyol dan Nova Ruth dari Indonesia beserta kru tetap melanjutkan misi sosial dan lingkungan mereka di kota yang terkenal dengan julukan "70 mile of sea paradise" ini.
Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah Srawung Komunitas Pacitan, sebuah diskusi yang bertujuan untuk memetakan potensi kolaborasi antara komunitas lokal dan pemangku kepentingan terkait isu lingkungan, kemanusiaan, dan kebudayaan. Kegiatan ini berlangsung di halking (halaman wingking) dan dihadiri oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, dan istri.
Dalam acara tersebut, Grey Filastine menyampaikan, "Sangat menyenangkan bisa kembali duduk bersama di sini. Kita semua ingin meninggalkan warisan dunia yang lebih baik untuk anak cucu." Pernyataan ini menunjukkan semangat kolaborasi yang ingin dibangun melalui kegiatan ini.
Kapal Arka Kinari sendiri merupakan kapal layar yang telah disulap menjadi ruang kebudayaan terapung. Kapal ini memiliki misi sosial dan lingkungan, dan telah berlayar di lebih dari 25 negara. Di siang hari, Arka Kinari berfungsi sebagai tuan rumah untuk kunjungan kapal dan berbagai kegiatan lainnya. Sementara di malam hari, kapal ini berubah menjadi panggung terapung untuk pertunjukan musik dan teatrikal yang dibawakan oleh Filastine dan Nova.
Bupati Indrata berharap, "Saya berharap teman-teman memanfaatkan momentum ini untuk belajar karena Arka Kinari sudah menjelajah ke berbagai negara dan memiliki banyak pengalaman." Harapan ini mencerminkan keinginan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang isu-isu yang dihadapi masyarakat saat ini.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antar komunitas, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan budaya yang ada di sekitar mereka.
Arka Kinari Pacitan Srawung Komunitas lingkungan kebudayaan