Figma, perusahaan yang terkenal dengan perangkat lunak desainnya, resmi melantai di Bursa Saham New York pada hari Kamis. Langkah ini datang setelah CEO Figma, Dylan Field, mengurangi valuasi perusahaan tersebut menjadi setengah dari nilai yang ditawarkan oleh Adobe dalam rencana akuisisi yang gagal.
Pada awal tahun 2023, Figma berada dalam posisi sulit. Rencana akuisisi senilai $20 miliar oleh Adobe terpaksa dibatalkan karena adanya tekanan dari pihak antimonopoli. Hal ini membuat Figma harus mencari cara untuk bertahan dan mereformasi strategi bisnisnya. Salah satu langkah yang diambil oleh perusahaan adalah menawarkan pilihan buyout kepada karyawan untuk mengurangi jumlah pegawai dan menekan biaya.
Namun, pada hari Kamis, Figma berhasil melakukan debutnya di bursa saham, dan nilai perusahaan kini hampir setara dengan tawaran yang pernah diajukan oleh Adobe. Ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan besar, Figma mampu menarik minat investor dan mendapatkan kembali kepercayaan pasar.
Figma dikenal sebagai alat yang memudahkan kolaborasi dalam desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Sejak diluncurkan, Figma telah menjadi favorit di kalangan desainer dan tim pengembangan perangkat lunak karena kemudahan penggunaannya dan fitur kolaboratif yang canggih.
Dengan langkah ini, Figma berharap dapat memperkuat posisinya di pasar dan terus berinovasi dalam produk yang ditawarkannya. Investor dan pengamat industri akan sangat memperhatikan perkembangan selanjutnya dari perusahaan ini, terutama setelah melewati masa-masa sulit yang telah dilalui.
Figma CEO Dylan Field penurunan valuasi bursa saham Adobe