Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Negara Arab Minta Akhiri Kekuasaan Hamas di Gaza

Pada konferensi PBB yang berlangsung di New York, beberapa negara Arab, termasuk Mesir dan Katar, menyerukan agar kekuasaan Hamas di Gaza segera diakhiri. Mereka mengajukan sebuah dokumen sepanjang tujuh halaman yang ditandatangani oleh 17 negara, yang menyatakan bahwa, "Dalam rangka mengakhiri perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri kekuasaan mereka di Gaza dan menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina dengan dukungan internasional." Dokumen ini juga mengecam serangan teroris yang dilakukan oleh Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Dokumen tersebut didukung oleh banyak negara, termasuk Britania Raya, Prancis, Kanada, Brasil, Italia, Spanyol, Norwegia, dan Irlandia. Rencananya, pernyataan ini akan resmi diterima oleh PBB sebelum bulan September. Diharapkan, dukungan dari negara-negara lain akan terus bertambah. Namun, Jerman tidak termasuk dalam negara yang mendukung pada saat dokumen ini diterbitkan.

Dokumen ini juga dianggap sebagai rencana untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah dengan tujuan menciptakan dua negara yang berdampingan, yaitu Israel dan Palestina. "Perang di Gaza harus segera diakhiri," demikian salah satu syarat untuk mencapai tujuan dua negara, yang harus diakui secara jelas oleh Israel.

Dalam dokumen tersebut, tindakan militer Israel di Gaza juga dikutuk. Mereka menyerukan agar tentara Israel mundur dari daerah pesisir, serta perlunya gencatan senjata dan pembebasan sandera-sandera Israel. Selain itu, mereka juga meminta agar pengusiran warga Palestina di West Bank oleh pemukim Israel yang radikal dihentikan. Kelompok negara ini menekankan dukungan mereka untuk penempatan pasukan stabilisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah tersebut.

Negara-negara tersebut menegaskan bahwa pengakuan Palestina sebagai negara adalah "bagian penting dan tak terpisahkan dari solusi dua negara." Florian Hahn, Menteri Negara Jerman, menyatakan bahwa pemerintah Jerman tidak akan mengakui Palestina saat ini, berbeda dengan Prancis yang baru-baru ini menunjukkan kemungkinan pengakuan. Sementara itu, Britania Raya telah mengisyaratkan akan mengakui Palestina.

Perlu dicatat bahwa Israel dan sekutunya yang terdekat, AS, memboikot konferensi ini. Keputusan negara-negara Arab untuk menyerukan akhir kekuasaan Hamas di Gaza menunjukkan langkah baru dalam upaya menyelesaikan konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.

library_books Tagesschau