Majalah Fast Company baru saja meluncurkan edisi pertama dari The Best Dressed in Business, yang merayakan gaya fashion dari individu-individu luar biasa di berbagai bidang pekerjaan. Dari olahraga hingga desain, delapan orang terpilih menunjukkan bahwa berpakaian dengan baik adalah tentang mengekspresikan diri.
Salah satu desainer sepatu yang terpilih, Salehe Bembury, menggambarkan gayanya sebagai nyaman dan utilitarian dengan sentuhan Jepang. Dengan pendekatan ini, Bembury menunjukkan bahwa kenyamanan bisa menjadi bagian penting dari fashion.
Angel Reese, seorang pemain WNBA, memperoleh julukan Bayou Barbie karena penampilannya yang glamor, bahkan saat bermain di lapangan. Reese membuktikan bahwa gaya dan performa bisa berjalan beriringan.
Di sisi lain, Emma Grede, seorang pengusaha sukses dan pendiri merek seperti Skims dan Good American, berpendapat bahwa "pakaian seharusnya menjadi cara untuk menyalurkan kreativitas dan kepribadian kita, terutama di dunia bisnis." Grede menekankan pentingnya berpakaian sebagai bentuk ekspresi dalam konteks profesional.
Dalam edisi ini, Fast Company tidak hanya membahas tentang kemewahan yang tenang, tren jeans robek, atau merek dan influencer. Sebaliknya, mereka merayakan individu-individu yang percaya diri dan nyaman dengan penampilan mereka di dunia profesional. Berpakaian dengan baik berarti mengenali diri sendiri dan berani menunjukkan siapa diri kita.
Dengan menampilkan individu-individu dari berbagai latar belakang, termasuk atlet WNBA, desainer di Seoul, dan inovator di Apple, Fast Company menunjukkan bahwa fashion di tempat kerja sangat bervariasi dan menarik.
Untuk melihat lebih banyak tentang gaya fashion di balik daftar perdana ini, Anda bisa mengecek tautan di bio mereka.
#FCBestDressed
Foto: Samsung (Porcini), Jamie Girdler (Grede), Walik Goshorn (Reese), Chaymin Jay Barut (Bembury), Autodesk (Treseder), Christopher Myers (Tripathi), Apple (Mitchell), Maggie Shannon (Schott)
Fast Company gaya fashion bisnis individu luar biasa WNBA