Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja terus meningkat, dengan pertempuran yang terjadi pada hari Sabtu. Menurut informasi dari kedua negara, jumlah korban tewas telah mencapai setidaknya 33 orang, sementara sekitar 170.000 orang terpaksa mengungsi.
Di Thailand, otoritas melaporkan bahwa 20 orang telah tewas, termasuk seorang tentara. Sebagian besar korban adalah warga sipil. Di sisi Kamboja, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 13 orang, yang terdiri dari 5 tentara dan 7 warga sipil. Pertempuran ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam tiga hari berturut-turut.
Kamboja telah meminta "gencatan senjata segera tanpa syarat". Chhea Keo, Duta Besar Kamboja untuk PBB, menyatakan hal ini setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York. Ia menekankan pentingnya mencari solusi damai untuk konflik ini, yang menurutnya merupakan "tindakan agresi yang melanggar hukum dan sewenang-wenang". Ia juga menyoroti bahwa kedua negara adalah tetangga dekat dan kekerasan harus dihentikan.
Pemerintah Thailand memberi peringatan mengenai kemungkinan konflik ini meluas menjadi perang. Wechayachai, pemimpin pemerintahan sementara Thailand, mengatakan, "Jika situasi ini semakin memburuk, bisa jadi akan berkembang menjadi perang, walaupun saat ini masih terjadi bentrokan." Ia menambahkan bahwa mereka telah berusaha mencari kompromi karena kedua negara berbagi perbatasan. Namun, jika diperlukan, militer Thailand siap untuk bertindak.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Balankura, menyatakan bahwa Thailand tetap terbuka untuk melakukan dialog diplomatik dengan Kamboja. Situasi ini terus dipantau, dan harapan untuk penyelesaian damai masih ada di tengah ketegangan yang meningkat.
Thailand Kamboja konflik perang tewas korban