TNI Angkatan Udara (AU) berpartisipasi dalam sebuah acara penting yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia. Acara ini adalah Focus Group Discussion (FGD) mengenai Manajemen Bahaya Satwa Liar yang diadakan oleh PT Angkasa Pura Indonesia pada hari Senin, 21 Juli 2025.
Dalam diskusi ini, Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy., yang merupakan perwakilan dari TNI AU, hadir sebagai narasumber. Beliau menjelaskan berbagai strategi untuk mengendalikan risiko yang ditimbulkan oleh satwa liar, terutama di sekitar pangkalan TNI AU dan bandara sipil.
Kolonel Taufik menekankan bahwa deteksi dini terhadap kehadiran satwa liar sangat penting. Ini berarti bahwa jika ada hewan liar yang terlihat di sekitar bandara, pihak berwenang harus dapat segera mengetahui dan mengambil tindakan. Selain itu, perlu adanya integrasi data antara berbagai instansi yang terlibat serta harmonisasi antara regulasi sipil dan militer. Dengan cara ini, kita bisa menekan potensi terjadinya insiden yang disebut wildlife strike, yang bisa membahayakan keselamatan penerbangan.
Partisipasi TNI AU dalam forum ini menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga keselamatan operasi penerbangan di Indonesia. Hal ini juga mendukung terciptanya langit Indonesia yang aman bagi semua. Dengan kerjasama yang baik antara TNI AU dan pihak sipil, diharapkan risiko yang terkait dengan satwa liar dapat diminimalisir.
Melalui acara ini, TNI AU ingin menunjukkan bahwa mereka selalu siap untuk menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Slogan mereka, "TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati", mencerminkan dedikasi mereka dalam melayani masyarakat dan menjaga keselamatan udara Indonesia.
TNI AU satwa liar keselamatan penerbangan bandara nasional