Pemerintah Jerman telah mengambil langkah baru dalam meningkatkan keamanan dengan merencanakan penggunaan alat stun gun, yang dikenal sebagai Taser, oleh Bundespolizei di seluruh negara. Dalam sebuah pertemuan kabinet di Berlin, keputusan ini diambil dan kini menunggu persetujuan dari Bundestag, lembaga legislatif Jerman.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Dobrindt, menjelaskan bahwa alat ini dapat memberikan perlindungan tambahan bagi polisi dan dapat membantu meredakan situasi berbahaya. Dalam situasi tertentu, penggunaan Taser dapat menggantikan penggunaan senjata api, yang diharapkan dapat mengurangi tekanan pada petugas polisi saat menjalankan tugas mereka.
Di Amerika Serikat, Taser telah digunakan oleh kepolisian selama bertahun-tahun. Di Jerman, penggunaan Taser sudah dimulai di beberapa negara bagian dalam beberapa tahun terakhir. Bundespolizei sendiri telah menguji berbagai model Taser sejak tahun 2020. Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 200 petugas yang telah dilatih khusus membawa alat ini dalam lebih dari 40.000 misi. Dari jumlah tersebut, ada 132 kasus di mana penggunaan Taser diancamkan, dan 16 kasus di mana alat ini benar-benar digunakan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Taser dianggap sebagai "tambahan yang efektif dalam katalog alat yang digunakan dalam situasi darurat". Dengan keputusan ini, diharapkan bahwa keamanan masyarakat dapat lebih terjamin dan risiko bagi petugas polisi dapat diminimalkan.
Taser Bundespolizei pemerintah Jerman keamanan