Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran siap menghadapi perang yang mungkin dilancarkan oleh Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera. Pezeshkian menegaskan, "Kami sepenuhnya siap untuk setiap langkah militer baru yang diambil oleh Israel, dan angkatan bersenjata kami siap untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Israel lagi."
Pezeshkian juga menyampaikan ketidakoptimisan Iran tentang gencatan senjata yang ada. "Karena itu, kami telah mempersiapkan diri untuk setiap kemungkinan skenario dan respons yang mungkin terjadi. Israel telah menyakiti kami, dan kami juga telah menyakiti mereka," ujarnya.
Lebih lanjut, Pezeshkian menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa program nuklir Iran telah berakhir. Menurutnya, kemampuan nuklir Iran berada dalam pikiran para ilmuwan, bukan hanya di fasilitas fisik. "Trump mengatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kami menerima hal ini karena kami menolak senjata nuklir. Ini adalah posisi politik, agama, kemanusiaan, dan strategis kami. Kami percaya pada diplomasi, jadi setiap negosiasi di masa depan harus sesuai dengan logika sama-sama menguntungkan, dan kami tidak akan menerima ancaman dan paksaan," kata Pezeshkian.
Di sisi lain, sejumlah pejabat Iran, termasuk seorang anggota Korps Pengawal Revolusi Islam, meyakini bahwa Israel berada di balik serangkaian ledakan dan kebakaran yang terjadi di Iran dalam dua minggu terakhir. Menurut laporan dari The New York Times, insiden tersebut termasuk kebakaran mematikan di sebuah kilang minyak besar di Abadan, yang mengakibatkan satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka, serta kebakaran lain di dekat Bandara Internasional Mashhad.
Pejabat-pejabat Iran menyarankan bahwa serangan tersebut mungkin merupakan bagian dari strategi Israel untuk menciptakan ketidakstabilan, mengacu pada taktik serupa yang digunakan dalam operasi sebelumnya yang menargetkan ilmuwan dan tokoh yudisial Iran.
Dengan situasi yang semakin tegang, Iran tampaknya bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi, sementara Israel tetap menjadi perhatian utama dalam strategi pertahanan negara tersebut.
Iran Israel Pezeshkian militer nuklir serangan