Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penyakit Sensitivitas Kimia: Masalah Kesehatan yang Diabaikan

Banyak orang mengeluhkan masalah kesehatan yang mereka alami akibat bahan-bahan buatan manusia di lingkungan mereka. Keluhan ini meliputi sakit kepala, asma, kelelahan, dan perubahan suasana hati. Namun, banyak pihak medis, termasuk American Medical Association, World Health Organization, dan American Academy of Asthma, Allergy & Immunology, tidak mengakui sensitivitas kimia sebagai diagnosis yang sah.

Para ahli kesehatan seringkali menganggap masalah ini sebagai hal yang bersifat psikologis, seolah-olah hanya dialami oleh orang-orang yang terlalu khawatir tentang kesehatan mereka. Mereka bertanya-tanya, mengapa seseorang bisa bereaksi terhadap jejak kecil dari berbagai bahan kimia? Mengapa mereka tidak kunjung sembuh?

Namun, sensitivitas kimia bukanlah masalah sepele. Sekitar seperempat orang dewasa di Amerika Serikat melaporkan mengalami bentuk sensitivitas kimia. Kondisi ini seringkali bersamaan dengan nyeri kronis dan fibromyalgia, yang sama-sama nyata tetapi sulit didiagnosis atau diobati oleh dokter.

Salah satu ilmuwan yang berani, Claudia Miller, telah mendedikasikan hidupnya untuk memecahkan masalah kesehatan yang misterius ini. Dia sendiri menderita penyakit ini. Pada tahun 1997, Miller mengemukakan sebuah teori yang sangat berpengaruh tentang bagaimana orang dapat terkena kondisi ini. Teori tersebut dikenal dengan nama toxicant-induced loss of tolerance atau TILT. Menurutnya, seseorang dapat kehilangan toleransi setelah satu paparan yang parah, atau setelah serangkaian paparan kecil dalam waktu yang lama.

Setelah kehilangan toleransi, seseorang dapat bereaksi terhadap bahkan jumlah kecil dari bahan sehari-hari—seperti asap rokok, antibiotik, atau gas dari kompor—yang sebelumnya tidak mengganggu mereka. Mereka menjadi, dalam kata lain, TILT-ed. Hal ini mirip dengan mengembangkan alergi, di mana tubuh menganggap suatu zat sebagai berbahaya dan bereaksi sesuai dengan itu.

Namun, tidak semua orang di komunitas ilmiah sepakat bahwa istilah yang digunakan Miller adalah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi ini. Beberapa skeptis mempertanyakan apakah hipotesisnya akan terbukti melalui penelitian yang lebih lanjut.

Masalah sensitivitas kimia ini masih menjadi perdebatan, tetapi jelas bahwa banyak orang yang merasakannya dan berharap dapat menemukan solusi untuk masalah kesehatan yang mereka alami.

library_books Wired