Sistem distribusi makanan baru di Gaza, yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung oleh Israel, saat ini menghadapi berbagai masalah serius. Program ini diluncurkan setelah terjadinya embargo yang menghentikan pengiriman makanan ke Gaza selama 11 minggu. Akibatnya, stok makanan menipis dan menimbulkan kekhawatiran luas tentang kelaparan di wilayah tersebut.
GHF beroperasi terutama di bagian selatan Gaza dan direncanakan untuk membantu sekitar satu juta orang. Namun, kenyataannya, ribuan warga Palestina yang kelaparan berkumpul setiap hari di empat lokasi GHF. Ketika gerbang dibuka, kerumunan langsung menyerbu masuk, dan semua makanan habis dalam hitungan menit. Menurut otoritas kesehatan setempat, kejadian kacau ini telah menyebabkan ratusan kematian dan cedera akibat terjepit dan tembakan, meskipun angka ini dibantah oleh militer Israel.
Sistem ini bergantung pada keamanan dari militer Israel, yang membawa kerumunan putus asa dekat dengan tentara. Tentara Israel telah menggunakan senapan, senapan mesin, dan bahkan artileri ketika kerumunan menyimpang dari jalur yang disetujui. Mereka menyatakan bahwa mereka menembakkan tembakan peringatan tetapi juga kadang-kadang langsung menembak orang yang mereka anggap sebagai ancaman, terkadang dengan sasaran di lutut.
Masalah utama dalam sistem ini adalah bahwa permintaan makanan jauh melebihi kapasitas GHF, dan program ini diluncurkan dengan terlalu sedikit lokasi, meskipun telah ada peringatan sebelumnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelompok kemanusiaan, dan lebih dari 20 negara telah mengecam pendekatan ini. Uni Eropa bahkan mengancam akan menurunkan hubungan dengan Israel, sementara jaksa ICC telah menuduh pemimpin Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata.
Ketegangan semakin meningkat antara GHF dan militer, dengan masing-masing pihak saling menyalahkan dan juga menyalahkan Hamas atas kekerasan yang terjadi. Hamas, yang telah mengancam warga Palestina yang bekerja sama dengan program ini, menurut GHF, juga telah membunuh setidaknya delapan anggota staf lokalnya. Selain itu, Hamas juga menuntut agar distribusi bantuan kembali dilakukan melalui PBB dan organisasi kemanusiaan.
Situasi ini menunjukkan betapa kompleks dan berbahayanya kondisi di Gaza saat ini, di mana kebutuhan dasar seperti makanan menjadi sumber konflik dan kekacauan.
Gaza distribusi makanan GHF kekacauan kekerasan Hamas