Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Krisis Kelaparan di Gaza: Banyak Warga Meninggal Dunia

Media sosial dipenuhi dengan kesedihan dan kemarahan pengguna karena meningkatnya jumlah warga Palestina yang meninggal dunia akibat kelaparan di Gaza. Beberapa pengguna berbagi kesaksian dan video mengenai situasi yang semakin memburuk di wilayah tersebut.

Seorang jurnalis dari AlJazeera, Anas al-Sherif, menyatakan bahwa ia akan terus melaporkan meskipun harus menghadapi kelaparan. Dalam video yang dibagikan di media sosial dan telah diverifikasi oleh Middle East Eye, terlihat jurnalis-jurnalis lain di Gaza yang terpaksa meminum air yang dicampur garam untuk bertahan hidup.

Kondisi di Gaza semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Minggu, Program Pangan Dunia (WFP) mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa "krisis kelaparan di Gaza telah mencapai tingkat putus asa yang baru". WFP menambahkan, "Orang-orang meninggal karena kurangnya bantuan kemanusiaan. Malnutrisi semakin meningkat, dengan 90.000 wanita dan anak-anak membutuhkan perawatan mendesak. Hampir satu dari tiga orang tidak makan selama berhari-hari."

Kementerian Kesehatan Gaza juga mengulangi peringatan ini, menyatakan bahwa setidaknya 19 warga Palestina meninggal karena kelaparan pada hari Minggu, dan ratusan lainnya menderita malnutrisi serta terancam meninggal dalam waktu dekat.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 71 anak telah meninggal akibat malnutrisi sejak perang dimulai pada tahun 2023, dan lebih dari 60.000 lainnya sedang menderita kondisi terkait kelaparan. Krisis ini menjadi perhatian serius dan memerlukan tindakan segera dari komunitas internasional.

library_books Middleeasteye