Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Desa di Sudan Dibakar, Ratusan Warga Tewas dalam Penyerangan

Sebuah desa di negara bagian Kordofan Utara, Sudan, hancur setelah terjadi penyerangan oleh Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pada akhir pekan lalu. Menurut citra satelit yang diperoleh dari Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Universitas Yale, desa Shaq al-Noum menjadi salah satu lokasi yang diserang dan kini hanya menyisakan reruntuhan yang menghanguskan.

Pada hari Sabtu dan Minggu, ratusan warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, seiring meningkatnya konflik antara RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) di wilayah Kordofan yang strategis.

Data dari HRL menunjukkan adanya asap yang keluar dari bangunan yang baru saja dibakar dan pola kerusakan yang menunjukkan adanya serangan yang disengaja. Di lokasi juga terlihat jejak kendaraan yang berputar di sekitar bangunan dan komunitas.

Diperkirakan lebih dari 200 warga sipil tewas, banyak di antaranya terbakar hidup-hidup di rumah mereka atau ditembak mati. Serangan di Shaq al-Noum dimulai pada 12 Juli dan dianggap sebagai salah satu pembantaian paling mematikan selama perang di Sudan.

Rekaman video yang dilaporkan dari Shaq al-Noum menunjukkan bangunan yang terbakar dan pasukan RSF yang berlari di antara rumah-rumah. Suara teriakan dan tembakan juga terdengar dalam rekaman tersebut.

Kelompok hak asasi manusia, Pengacara Darurat, melaporkan bahwa setidaknya 38 orang lainnya juga tewas dalam pembantaian serupa di desa-desa terdekat seperti Fojah, Umm Nabag, Jakouh, dan Mishqah, sementara puluhan lainnya dilaporkan hilang atau ditangkap secara paksa.

Kholood Khair, seorang analis Sudan, mengatakan bahwa meningkatnya pertempuran di Kordofan mengingatkan pada awal perang, ketika kedua pihak belum memiliki pangkalan kekuasaan yang jelas. RSF menguasai wilayah barat Darfur, sedangkan angkatan bersenjata menguasai daerah pusat dan timur negara tersebut.

Kota el-Obeid, yang terletak dekat jalan yang menuju Darfur dan ibukota Khartoum, saat ini dikuasai oleh angkatan bersenjata, meskipun sebelumnya sempat dikepung oleh RSF.

library_books Middleeasteye