Sosiolog sejarah asal Inggris, Martin Shaw, baru-baru ini mengungkapkan pendapatnya di media sosial mengenai kebijakan kelaparan yang diterapkan oleh Israel di Gaza. Ia membandingkan kebijakan tersebut dengan genosida yang dilakukan oleh Nazi pada masa Perang Dunia II.
Di platform X, Shaw menuliskan, "Dalam kebijakan kelaparan ini, Israel mengikuti pola genosida Nazi yang dijelaskan oleh Raphael Lemkin dalam bukunya yang terbit pada tahun 1944, berjudul Axis Rule in Occupied Europe. Dalam buku itu, Lemkin menyebutkan tentang 'perjuangan harian yang secara harfiah untuk mendapatkan roti dan bertahan hidup secara fisik', yang akan 'menghambat pemikiran dalam istilah umum dan nasional'."
Pernyataan Shaw mencuat bersamaan dengan laporan dari Amnesty International yang dirilis pada bulan Juli. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Israel secara sistematis menyebabkan kelaparan dan penyakit di kalangan warga Palestina dengan memanipulasi upaya bantuan kemanusiaan.
Israel telah banyak dikritik karena dianggap sengaja menggunakan kelaparan sebagai senjata perang di Gaza. Salah satu organisasi yang menjadi sorotan adalah Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat. Organisasi ini dituduh berperan dalam memperdalam bencana kemanusiaan dan mendukung genosida yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Kritik dan pernyataan dari para ahli seperti Shaw menambah ketegangan dalam situasi yang sudah sangat kompleks ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Gaza telah menjadi pusat perhatian dunia, dan banyak orang menyerukan tindakan untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang terjadi di sana.
Martin Shaw Israel genosida Gaza kelaparan