Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Bung Karno Terpesona oleh Lukisan Bali Karya Ida Bagus Made Nadera

Pada suatu hari, Presiden pertama Indonesia, Bung Karno, terpesona oleh sebuah lukisan Bali yang ia lihat dalam buku berjudul "Bali". Buku ini ditulis oleh arkeolog dan antropolog, Roelof Goris, serta fotografer Pieter Leendert Dronkers pada tahun 1953. Di dalamnya terdapat foto pelukis terkenal, Ida Bagus Made Nadera, yang sedang mengerjakan lukisan besar berukuran tiga meter.

Lukisan tersebut berjudul Fajar Menyingsing dan diberikan sebagai hadiah untuk Bung Karno. Saat melihatnya, Bung Karno berkomentar, "Lukisan Bali? Verbazingwekkend! Laat minj ogen oplichten" yang artinya, "Menakjubkan! Membuat mata saya melek," seperti yang ditulis oleh Agus Dermawan T dalam buku Podium Sahibulhikayat.

Ida Bagus Made Nadera adalah seorang maestro seni lukis tradisional Bali yang berasal dari Tegallinggah, Desa Bedahulu, Gianyar. Ia merupakan anggota dari Pita Maha, sebuah perkumpulan pelukis yang didirikan oleh Walter Spies dan Rudolf Bonnet. Keduanya menyadari bakat luar biasa Nadera dan memintanya untuk melukis karya-karya monumental berukuran besar. Selain itu, Nadera juga dipercaya untuk membimbing seniman lain di Pita Maha.

Bung Karno sangat mengagumi gaya lukisan Kamasan yang diciptakan oleh Nadera. Ia terpesona dengan kehalusan, kerumitan, dan tema tropis yang dihadirkan dalam karya-karyanya. Lukisan-lukisan Nadera memiliki karakter yang kuat, terlihat ramai tetapi tetap tertata rapi dan berlapis-lapis. Kualitas karya Nadera sangat ekspresif dan surealis, mencerminkan perpaduan antara tradisi dan modernitas.

Pada tahun 1960-an, Nadera memiliki studio lukis di Semebaung, Gianyar. Dalam perjalanan ke Istana Tampaksiring, Bung Karno sering mengunjungi studio tersebut dan membeli berbagai karya Nadera. Karya-karya Nadera pun menjadi koleksi berharga Presiden Soekarno.

Namun, ada momen yang membuat Nadera merasa tidak puas. Lukisannya yang berjudul Tarian Bali, yang dimuat dalam buku Lukisan-lukisan dan Patung-patung Koleksi Presiden Soekarno dari Republik Indonesia (Jilid IV) yang disusun oleh Lee Man Fong, hanya dicantumkan dengan nama "Ida Bagus Made" tanpa menyebutkan nama belakangnya, Nadera. Ia khawatir masyarakat akan mengira lukisan tersebut adalah karya Ida Bagus Made "Poleng".

Di Bali, ada dua pelukis hebat bernama Ida Bagus Made, yaitu Nadera dan Poleng, yang keduanya memiliki karya yang dikoleksi oleh Bung Karno. Nadera ingin meluruskan pemahaman publik tentang perbedaan antara dirinya dan rekannya. Ia menjelaskan bahwa orang sering kali tidak paham bahwa Nadera dan Poleng itu adalah dua orang yang berbeda.

Melalui lukisan berjudul Sunda Upasunda—judul asli dari lukisan "Tarian Bali"—yang ada di buku koleksi Soekarno, Nadera berusaha untuk memperjelas identitasnya. Di sisi lain, lukisan tersebut juga ditandai dengan tulisan "Koleksi Presiden Soekarno".

library_books Pdipkreatif