Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan AS Terhadap Fasilitas Nuklir Iran: Dampak dan Tanggapan

AS Serang Fasilitas Nuklir Iran - Pada 22 Juni, Amerika Serikat melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan ini dilakukan dengan bantuan Israel, yang sebelumnya telah terlibat baku tembak dengan Iran sejak 13 Juli. Menurut laporan dari NBC News yang mengutip lima pejabat AS yang sedang menjabat dan yang pernah menjabat, satu dari fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah, namun dua lainnya hanya mengalami kerusakan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium dalam waktu beberapa bulan.

Laporan ini menimbulkan keraguan terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa program nuklir Iran telah "hancur total". Setelah serangan tersebut, Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Al-Udeid, Qatar. Washington dan Doha telah diberitahu tentang rencana serangan tersebut setidaknya satu hari sebelumnya.

Setelah serangan tersebut, AS mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, menandai berakhirnya 12 hari pertempuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, dua hari setelah serangan, CNN melaporkan bahwa penilaian awal dari Badan Intelijen Pertahanan AS menemukan bahwa komponen utama program nuklir Iran tetap utuh dan hanya mengalami penundaan beberapa bulan.

Laporan ini memicu reaksi marah dari Gedung Putih, yang mengakui keakuratan laporan tersebut tetapi menyebutnya sebagai penilaian "awal" dan "dengan tingkat kepercayaan rendah". Direktur Intelijen Nasional AS menerapkan peringkat kepercayaan tiga tingkat untuk analisis semacam ini. Dalam langkah yang tidak biasa, Direktur CIA, John Ratcliffe, mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa ketiga situs nuklir Iran telah "mengalami kerusakan parah".

Di sisi lain, informasi yang datang dari Iran juga cukup tidak pasti. Setelah serangan AS, juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa fasilitas nuklir tersebut telah "rusak parah". Pemerintahan Trump menggunakan penilaian Iran untuk membantah laporan CNN, namun pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meremehkan dampak serangan tersebut dengan mengatakan bahwa Washington tidak melakukan "apa pun yang signifikan" terhadap infrastruktur nuklir Iran dan bahwa Trump "melebih-lebihkan kejadian".

library_books Middleeasteye